Unlimited Plugins, WordPress themes, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Code
  2. WordPress

Memutuskan Bagaimana Cara Mengembangkan Framework Wordpress Mu

by
Read Time:6 minsLanguages:
This post is part of a series called How Theme Frameworks Actually Work.
How Theme Frameworks Actually Work
Creating the Starting Files for Your WordPress Theme Framework

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Hadie Danker (you can also view the original English article)

Pada bagian pertama ini, Saya akan menjelaskan bagaimana sebuah Framework sebuah Theme bekerja dan beberapa jenis Theme Framework yang sudah ada bekerja.

Sebelum anda mulai membuat framework anda sendiri, Anda harus mempertimbangkan apa saja keperluanya dan akan digunakan untuk apa, sehingga anda dapat memilih langkah paling tepat untuk membuatnya.

Di tutorial ini, saya akan menjelaskan faktor apa saja yang perlu Anda pertimbangkan, termasuk apakah framework yang anda buat akan dirilis untuk publik atau hanya akan anda pakai sendiri, apakah nantinya akan di gunakan oleh non-coders (orang yang tidak paham dengan kode) atau developers (mastah coding), dan apa saja fitur tambahan yang ingin Anda sertakan.

Disini ada dua hal yang anda bisa gunakan untuk memilih metode pendekatan anda: Pertama, Pengidentifikasi akan digunakan untuk apa framework theme Anda?, dan dari situ, Mengidentifikasi apa saja fitur yang perlu Anda tambahkan di dalamnya.

Akan digunakan untuk apa Framework Theme Anda?

Bagaimana Framework theme anda akan digunakan mempengaruhi apa saja yang harus ada di dalamnya dan bagaimana Anda membuat strukturnya.

Pertimbangkanlah hal-hal berikut ini:

  • Apakah framework theme tersebut hanya untuk Anda sendiri atau untuk developer (pengembang) lain?
  • Apakah framework nya akan digunakan oleh developer (pengembang) atau pengguna yang mempunyai  atau tidak mempunyai pengalaman tentang coding?
  • Akankah theme framework Anda dirilis untuk public atau hanya untuk penggunaan pribadi?

Untuk mu sendiri atau untuk orang lain?

Jika framework yang Anda buat hanya untuk digunakan sendiri, maka anda hanya akan perlu untuk memikirkan kebutuhan Anda sendiri ketika Anda sedang mengembangkanya; Namun, sangat memungkinkan membuatnya lebih baik di masa yang akan datang sehingga anda ingin menjadikanya lebih baik, Jadi anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Gunakan Code Standard WordPress
  • Gunakan Prinsip DRY (do not repeat yourself)
  • Gunakan kode yang valid saat di cek dengan menggunakan W3C's validation checker. Anda juga harus memastikan kode Anda dapat di baca.
  • Masukan Komentar - meskipun jika orang lain tidak akan membaca kode Anda, Anda jangan sampai bingung saat akan mengeditnya kode Anda Lagi.
  • Gunakan Versi untuk mengontrol update framework Anda.
W3C markup validator

Jika framework anda akan digunakan oleh pengembang lainya, misalnya rekan kerja Anda, Anda harus memperhatikan hal-hal di atas, dan Anda mungkin juga perlu:

  • Menyediakan dokumentasi garis besar stuktur framework, function dan hooks.
  • Mempertimbangkan bagaimana Anda akan berbagi dan berkolaborasi untuk pengetikan kode, misalnya menggunakan sistem kolaborasi seperti Github akan menjadikan lebih mudah.
  • Mendokumentasikan versi atau menghubungkannya ke milestones dan/atau versi releases di Github

Untuk Developer atau Pengguna?

Beberapa framework theme yang ditujukan untuk pengguna non-coding dapat menggunakan framework tanpa menulis kode apapun, sementara jika ditujukan untuk developer, berikan hooks dan function yang dapat mereka gunakan untuk penyesuaian dan memperluar kinerja framework. Cara yang lain dari kedua hal tersebut adalah, dengan menyediakan user interface dan API.

Hanya kerana framework anda tidak akan digunakan oleh orang yang bukan developer (non-developers) tidak berarti Anda tidak bisa merilisnya ke publik- Anda mungkin punya rekan seorang desainer yang akan Anda beri akses pengembangan, atau Anda mungkin akan membiarkan klien menggunakanya untuk kustomisasi keperluan di situs mereka.

Jika framework anda digunakan untuk pengguna non-coding, Anda harus menyertakan:

  • Satu atau lebih pilihan tampilan dimana pengguna dapat menyesuaikan dengan kebutuhan mereka.
  • Akses ke theme customizer yang dapat anda pilih untuk meletakan pilihan tampilan. berikan keuntungan bagi pengguna dengan dapat melihat perubahan tampilan secara langsung, atau Anda mungkin ingin memilih menggunakan keduanya
  • area widget yang memungkinkan pengguna dapat menambahkan konten mereka sendiri di berbagai tempat pada halaman.
  • Menu sehingga pengguna dapat membuat navigasi situs (Anda memungkinkan untuk menambah lebih dari satu area tau tempat menu)
  • Mendukung child theme sehingga pengguna dapat menginstall dengan cepat dan membuat situs mereka bekerja
  • library untuk fitur yang ingin anda sertakan seperti silder atau light box
  • Dokumentasi atau support sehingga pengguna dapat mengetahui bagaimana menggunakan hasil kerja anda (hal ini sangat berguna, namun jangan menyita waktu Anda)

Jika target pengguna Anda adalah develiper yang akan menggunakan framework Anda untuk child theme dan/atau plugin mereka sendiri, Anda harus memperhatikan hal-hal diatas, namun Anda juga harus menyertakan fitur dari daftar berikut ini:

  • memungkinkan developer menggunakan action hooks untuk memasukan kode mereka sendiri kedalam template tanpa membuat duplikasi file template.
  • filter hooks yang memungkinkan developer mengubah output (hasil) di file template Anda.
  • Kustom Functions yang dapat digunakan oleh developer di child theme mereka
  • template part dan include file untuk mengurangi duplikasi kode Ini adalah keuntungan yang akan Anda dapatkan saat Anda bekerja dengan framework, dan pengembang lain akan mendapatkan manfaat jika mereka membuat file template di child theme mereka. Pastikan nama file Anda logis dan terstruktur, dan Anda dapat mendambahkan komen pada nama file darimana mereka di panggil sehingga orang lain dapat dengan mudah menemukanya.

Publik atau Pribadi?

Jika anda berencana merilis framework yang Anda buat ke publik, maka ada pertimbangan tambahan:

  • jika Anda akan memasukan framework yang Anda buat di WordPress theme reposity, Anda harus mematuhi theme review guidelines
  • sebagian pengguna akan memanfaatkan framework Anda untuk beberapa model situs, Anda harus menguji framework tersebut sehingga dapat bekerja sebagaimana mestinya di berbagai jenis/model situs, dan mungkin anda perlu bantuan pengguna lain dan developer lain untuk membantu Anda melakukan pengujian.
  • Beberapa bentuk dokumentasi sangatlah penting, baik untuk developer lain atau pengguna tergantung pada target pengguna Anda.
WordPress theme repository

Anda juga harus mempertimbangkan bagaimana Anda akan memasarkan framework Anda: bahkan jika itu gratis, Anda ingin orang-orang untuk menggunakanya, sehinga Anda akan perlu untuk mempublikasikanya melalui sebuah website, media sosial, SEO, toko theme pihak ketiga, dari mulut ke mulut, meetup lokal, WordCamps dan/atau metode lainya.

Apa Saja yang harus Anda Sertakan di dalam Framework Theme?

Sebagian besar fitur tema Anda akan ditentukan oleh kebutuhan pengguna yang sudah Anda tentukan. Setelah memutuskan ditujukan untuk siapa framework Anda, dan jika memungkinkan minta dari mereka untuk memberikan ide apa yang mereka butuhkan. menulis daftar fitur theme yang Anda akan buat.

Daftar ini yang akan Anda Sertakan (namun tidak harus dibatasi) :

  • File Template (termasuk bagian template dan file nya)
  • function
  • action hooks dan filter hooks
  • area widget
  • Menu
  • Opsi dan pengaturan tampilan
  • Dukungan theme customizer
  • dokumentasi
  • child theme

Hal ini akan mengidentifikasi:

  • Apa saja fiturnya
  • Apa saja kegunaanya
  • dimana kode tersebut akan tampil

Serta fitur yang ditentukan oleh kebutuhan kelompok pengguna yang berbeda, Anda juga memungkinkan untuk menyertakan fitur lainya seperti:

  • Akankah framework Anda termasuk layout, dan akankah layout anda dapat di konfigurasi atau akan di buat berbeda dengan child theme
  • Berapa banyak dari hal ini akan termasuk di dalam theme utama? Beberapa framework memiliki style yang sangat minim, namun yang lainya (seperti saya sendiri) yang membangun dengan menggunakan Object Oriented CSS (OOCSS) untuk membuat style dengan mudah di child theme
  • Akankah framework theme  Anda responsif atau perlu di buat responsive melalui child theme Jika theme utama Anda responsive, Anda harus memastikan ini tidak ditimpa oleh tata letak di child theme, inilah kegunaan dari OOCSS.
  • Akankah anda menyertakan fitur SEO di framework atau ikut seperti yang sudah di sediakan oleh WordPress, atau pengguna akan menambahkan ini melalui plugin?
  • Apakah anda akan menyertakan fitur seperti slider, galeri, background gambar dan lain nya di dalam framework atau di tambahkan melalui child theme jika diperlukan?

Daftar-daftar di atas mungkin akan terrus berkembang dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan Anda dan pengguna. Pastikan framework Anda mudah untuk di kembangkan dari awal, dan Anda dapat menambahkan fitur setiap kali anda perlukan.

Kesimpulan

Mengembangkan Framework Sendiri adalah hal penting. Hal ini dapat menghemat banyak waktu developing dalam jangka panjang.

Dengan meluangkan waktu untuk menentukan siapa yang akan menggunakan framework dan fitur apa saja yang dibutuhkan, Anda akan membuatnya lebih bermanfaat untuk diri sendiri dan pengguna lain dan Anda membuatnya lebih mudah untuk di kembangkan dan diadaptasikan di kemudian hari.

Advertisement
Did you find this post useful?
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.